Rabu, 22 Januari 2014

Bulan, Yang Dulunya Bersinar


Allah Swt berfirman;

“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang.” (QS Al Isra : 12)

Sejak empat belas abad yang lalu , para sahabat telah berkesimpulan bahwa bulan dahulu memancarkan cahaya, namun kemudian Allah Swt menghilangkan sinarnya.

Nasehat Rasulullah Pada Putrinya

Bismillahirrahmanirrahim
 
” Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra, sesungguhnya dia berkata:  Pada suatu hari Rasulullah saw datang kepada puterinya, Fathimatuz Zahra’. Beliau dapati Fathimah sedang menumbuk gandum di atas lumping  (batu/kayu penggiling), sambil menangis. Kemudian Rasul berkata kepadanya: “Apakah yang membuatmu menangis wahai Fathimah?  Allah tiada membuat matamu menangis. “Fathimah kemudian  menjawab: ” Wahai ayahanda, aku menangis karena batu penggiling ini dan  kesibukanku dalam rumah”.

Padamnya Matahari

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
Dan Matahari berjalan ke tempat Peristirahatannya. Itu adalah keputusan dari Yang Mahakuasa, Yang Maha Mengetahui. (Surah Ya Sin, 38)
 
Matahari telah memancarkan panas selama sekitar 5 miliar tahun sebagai akibat dari reaksi kimia konstan berlangsung pada permukaannya. Pada saat yang ditentukan oleh Allah di masa depan, reaksi ini pada akhirnya akan berakhir, dan Matahari akan kehilangan semua energi dan akhirnya Mati. Dalam konteks itu, ayat di atas dapat dijadikan acuan bahwa pada suatu hari energi matahari akan segera berakhir. (Allah maha tahu akan kebenarannya).

Rabu, 15 Januari 2014

Peran Wanita Sebenarnya

Peran wanita sebagai ibu tak bisa dianggap sebelah mata. Ibu memerankan peran yang luar biasa dalam mengurusi urusan suaminya, anak-anaknya dan berbagai macam kebutuhan rumah serta keluarganya. Namun sayang, tidak semua wanita yang berperan sebagai ibu bisa menjalankan perannya secara utuh. Di sekitar kita saat ini, banyak para ibu yang ‘dipaksa’ terjun membanting tulang di luar rumah untuk membantu perekonomian keluarga.

Pacaran? !!!


Pacaran? 
Memangnya ada ya? Dilema juga sih kalau hari gini nggak punya pacar tapi apa boleh sih?
Nah, biasanya anak-anak muda itu suka galau masalah pacaran. Oke deh, saya mau ngepost masalah pacaran ini.

Pacaran isalami ada nggak ya?
Lalu seperti apa Islam memandang masalah pacaran ini?

Islam adalah agama yang Syamil (lengkap), kalau untuk urusan belakang (mandi, buang air, dan lain-lain) saja islam punya tuntutan yang lengkap,tentu saja untuk urusan yang satu ini agama kita punya rambu-rambu yang harus diataati.

Sabtu, 04 Januari 2014

Agama Cinta

Rabiah Al-Adawiyah Srikandi Islam




Rabiah Al Adawiah,mungkin diantara kita masih banyak yang belum mengenalnya. Ia adalah seorang mistisi yang sangat tinggi derajatnya, dan tergolong sufi periode awal. Ia memperkaya literatur Islam dengan kisah-kisah pengalaman mistiknya dalam sajak-sajak berkualitas tinggi.

Sesungguhnya ia lebih dikenal sebagai seorang pendiri 'agama cinta' (mahabbah) dan ia pun dikenang sebagai 'ibu para sufi besar' (The Mother of the Grand master). Siapa sebenarnya ia yang kepergiannya dielu-elukan kaum 'suci' itu?. Rabiah basri atau yang lebih dikenal Rabaiah Al Adawiyah, lahir pada tahun 713 M di Basrah (Irak) dari keluarga yang sangat miskin. Kedua orang tuanya meninggal ketika wabah kelaparan melanda kota Basrah.


Allah Maha Cinta

Hai Sobat, anti galau deh kalau masalah kayak begini. Yang masih pada bingung kalau statusnya jomblo ini wajib dibaca!! (Eits, bukan berarti pacaran itu halal ya..)



"Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan Dia (pula) yang menghidupkannya (kembali). Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mencintai." (QS. Al-Buruj: 12–13)
Dalam Al-Qur’an, kata Al-Wadud digunakan dua kali, kedua-duanya merujuk pada sifat Allah, yaitu Yang Maha Menyintai. Bedanya, pada ayat yang disebutkan di atas merupakan sifat Allah, yang Dia sendiri yang menyifatiNya, sedangkan pada ayat yang berikut ini merupakan penyifatan Allah oleh Nabi Syu’aib ketika beliau mengajak umatnya untuk bertaubat.

النجوم في السماء

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan."
(QS. Al Ghasiyah: 17-21)



Nabi SAW bersabda:”Bintang adalah pengaman langit…”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam  shahihnya (Kitab Fadha’il Ash-Shahabah), dengan redaksi sebagai berikut.
Kami mendapat hadis dari Abu Bakar bin Abu Syaibah, Ishaq bin Ibrahim, dan Abdullah bin Umar bin Aban; semuanya dari Husain. Abu Bakar mengatakan: Kami mendapat hadis dari Husain bin Ali Al-Ja’fi, dari Mujammi’ bin Yahya, dari Sa’id bin Abu Burdah, dari Abu Burdah, dari bapaknya, ia mengatakan: Kami shalat Magrib bersama Rasullullah SAW, kemudian kami katakan: “Seandainya kita duduk-duduk dan menunggu sampai kita shalat Isya bersama beliau lagi.” (Si perawi mengatakan) Kamipun duduk-duduk (menunggu Isya). Nabi SAW lantas keluar menemui kami dan berkata: Kalian masih di sini?

Ka'bah Merupakan Poros Langit dan Bumi

“Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah dimana terletaknya Kaabah adalah pusat kepada planet Bumi.”



Berdasarkan penelitian di atas, bahwa Mekah berada pada tengah-tengah bumi (pusat dunia), maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Mekah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. – (Dipetik dari Eramuslim “Makkah Sebagai Pusat Bumi” Oleh Dr. Mohamad Daudah)

Ilmuwan NASA ‘Menemukan Terompet Sangkakala Malaikat Israfil’



Peristiwa mengerikan yang akan terjadi pertama kali pada hari kiamat adalah ditiupnya sangkakala (ash-shur) oleh malaikat Israfil atas perintah Allah.
Makna ash-shur secara etimologi (bahasa) adalah al-qarn (tanduk). Sedangkan menurut istilah syariat, yang dimaksud adalah sangkakala yang sangat besar yang malaikat Israfil telah memasukkannya ke dalam mulutnya (siap untuk meniupnya), dan dia sedang menunggu kapan dia diperintahkan untuk meniupnya. (Syarh Lum’atul Itiqad karya Ibnu Utsaimin, hal. 114)
Makna ini disebutkan dalam hadits shahih dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata:
Seorang badui bertanya: “Wahai Rasulullah, apa itu ash-shur?” Rasulullah menjawab: “Tanduk yang akan ditiup.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud. Hadits ini disebutkan dalam Al Jami Ash Shahih 6/113-114, karya Asy Syaikh Muqbil)