Pacaran?
Memangnya ada ya? Dilema juga sih kalau hari gini
nggak punya pacar tapi apa boleh sih?
Nah, biasanya anak-anak muda itu suka galau masalah pacaran.
Oke deh, saya mau ngepost masalah pacaran ini.
Pacaran isalami ada nggak ya?
Lalu seperti apa Islam memandang masalah pacaran ini?
Islam adalah agama yang Syamil (lengkap), kalau untuk urusan
belakang (mandi, buang air, dan lain-lain) saja islam punya tuntutan yang
lengkap,tentu saja untuk urusan yang satu ini agama kita punya rambu-rambu yang
harus diataati.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya
dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah memandang, zina lisan
adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan.”
(HR.Bukhari & muslim).
Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang
memiliki pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang
yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat
berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah
dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan
suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan
, membayangkan, mengkhawatirkan keadaan pacarnya?
Nah lho, bagi kamu yang masih ngebet pengen pacaran, pacaran
itu sma saja dengan kamu sudah melanggar larangan Allah? Padahal melarang kita
mendekati zina, karena zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang
buruk . Allah berfirman
وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كاَنَ
فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu
adalah suatu perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al Isra’:32).
Ada teman yang beralasan pacaran biar semangat belajar, ada
juga yang katanya pengen mempererat ukhuwa. Sekilas, alasan ini cukup masuk
akal, tapi coba dipikir lagi deh, jika kamu, kamu, kamu dan kamu pacaran, waktu
luang kamu banyak tersita untuk si dia. Yang harusnya kamu belajar, malah sibuk
bales sms atau bbm-nya. Yang harusnya ngerjakan
tugas, malah ngelamunin dan membayangkan
si dia. Yang harusnya mau sholat ee.. malah sholatnya ditunda dulu untuk bales
sms si dia. Mempererat ukhuwah tidak harus dengan pacaran kan ? Coba misalnya
dengan kegiata keagamaan di sekolah atau kampus, itu lebih bermanfaat.
Kemudian jika ada yang mengatakan kalau seandainya pacaran
tidak dibolehkan maka bagaimanakah dua orang insan bisa menikah padahal mereka
belum saling kenal?
Maka kita katakan pada orang yang beralasan demikian dengan
jawaban yang singkat namun tegas bukankah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik petunjuk? Bukankah Beliau adalah orang
yang paling kasih kepada ummatnya tidak memberikan petunjuk yang demikian?
Firman Allah ‘Azza wa Jalla,
لَقَدْ
جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ
عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ
عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang
mukmin”. (QS At taubah 128)
“Ikut pengajiannya kan bisa bareng sama pacar, biar lebih
semangat gitu” Please deh, jangan dicampur adukkan yang haq dan yang batil,
yang halal dan yang haram. Logikanya masa mau nyampur susu sama miras? Yang ada
itu campur susu sama kopi, susu sama gula, halal sama halal.
Alasan lain, pacaran adalah bentuk pengenalan kepribadian
dua insan yang saling mencintai dengan dilandasi rasa saling percaya. Tapi coba
pikir dulu lagi deh, bagi kamu para PACARANER , apakah kamu pernah jujur
sejujur-jujurnya kepada pacar kamu, baik tentang kehidupan kamu yang sekarang
atau tentang masa lalu dengan pacar-pacar kamu yang dahulu. Sudah pasti
jawabannya banyak bohongnya.
Kalo harus memilih penjaga,pelindung,pendamping hidup,
antara yang demen pacaran dengan yang memegang teguh syari’at agama kira-kira
kamu pilih yang mana? Pasti kamu lebih memilih yang memegang teguh syari’at
kan? Lalu kenapa kamu berpacaran tapi memilih calon pendamping yang bersih.
Sudahlah kawan, banyak alasan untuk memutuskan pacar kamu,
tapi diantara berjuta alasan yang ada, takut dosa adalah alasan paling keren
dan bertanggung jawab dibandingkan yang lain. Kamu jadi males pacaran karena
sudah nyadar bahwa hanya sebuah upaya untuk dekat-dekat dengan zina. Dan kamu
juga telah tahu bahwa zina adalah sebuah jalan yang buruk untuk ditempuh.
Yakinlah pada saatnya nanti, Allah akan memberimu jodoh yang terbaik, tentu
saja dengan jalan yang baik. Masa kamu rela dapat istri atau suami yang ternyata
sudah punya 7 atau 8 mantan pacar. Enggak banget kan? Wallahu A’lam.
Editor : Nawang Putri
Penulis : Moch.
Fahrizal Nur Arifuddin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar